Pengantar Penulis

 Segala puji hanyalah bagi Alloh ’Azza Wa Jalla,  Pencipta dan Pemelihara semesta alam dalam harmoni dan keserasian. Semoga sholawat serta salam tetap tercurahkan ke atas Rasulullah Muhammad saw. kepada para keluarga, para sahabat dan orang-orang yang setia mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Ini adalah sebuah buku yang memberikan tanggapan atas polemik teori Heliosentris dan Geosentris yang dalam waktu bersamaan untuk pertamakalinya secara originally (asli) kami terbitkan Teori Absolutivitas dimana belum pernah ada seorangpun sebelumnya yang menggunakan istilah ini secara resmi dan terpublikasikan secara luas.

Teori Absolutivitas yang kami terbitkan ini adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa:

(1) Bumi adalah kerangka acuan absolut (mutlak) dimana hukum fisika adalah sama untuk seluruh kerangka acuan inersia terhadap bumi dan berlaku universal terhadap seluruh gerak di alam semesta.

 (2) Bumi adalah pusat dari alam semesta berdasarkan kerangka acuan mutlak bumi yang berlaku universal.

 Dilatarbelakangi oleh terbitnya sebuah buku Best Seller berjudul: ”Matahari Mengelilingi Bumi, Sebuah kepastian Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bantahan terhadap Teori Bumi mengelilingi Matahari” tulisan ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf  yang meskipun telah lama diterbitkan oleh Pustaka Al-Furqon, membuat kami merasa penting untuk memberikan tanggapan terhadapnya karena telah mencuat menjadi pembicaraan banyak orang dalam diskusi, seminar, perdebatan dan bahkan tidak jarang muncul cacian, celaan dan hujatan antara satu dengan lain khususnya dalam kalangan umat Islam bangsa Indonesia hingga menimbulkan perpecahan umat dalam masalah ini baik sadar ataupun tidak, baik mereka mengetahui ataupun tidak mengetahui.

            Dalam buku tersebut secara ringkas dapat dijelaskan kesimpulan bahwa Matahari Mengelilingi Bumi dengan berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah saw dengan disertai perkataan sahabat dan penjelasan para ’ulama terhadapanya tanpa mendasarkan kepada fakta ilmiah sains secara empiris yang bersifat numerik melalui eksperimen dan tanpa menganalisanya berdasarkan ilmu pengetahuan astronomi fisika klasik maupun modern yang telah diterima luas dan menghasilkan banyak teknologi transportasi dan komunikasi-informasi maupun yang lainnya.

            Dalam waktu yang sama buku tersebut membantah teori Heliosentris dengan segala argumentasi yang meskipun berdasarkan fakta ilmiah hasil eksperiman para ilmuwan Barat yang kafir. Persoalan ini sesungguhnya persoalan klasik yang telah muncul sejak masa peradaban Yunani sampai masa kejayaan Ilmuwan Muslim hingga abad pertangahan di Eropa dengan kekuasaan Gerajanya dengan berpegangan kepada teori Geoentris. Permasalah menjadi semakin penting dan tajam oleh karena mampu mempengaruhi situasi gejolak politik, ekonomi, sosial, budaya dan ilmu pengetahuan di Eropa ketika Nicolas Copernicus dihukum mati karena teorinya tentang Heliosentris sangat bertentangan dengan doktrin gereja saat itu.

 Akhirnya, terjadilah revolusi politik secara besar-besaran dari kalangan rakyat hingga sistem kekuasaan gereja yang Teokrasi berubah menjadi Demokrasi dengan meninggalkan agama mereka beserta segala syiar-syiarnya. Teori Heliosentris mendapat kemenangan atas teori Geosentris setelah banyak bermunculan penelitian yang membuktikan bahwa bumi mengelilingi matahari berdasarkan kerangka acuan diluar luar angkasa hingga diterima masyarakat luas sampai saat ini dan seakan telah menjadi sesuatu yang aksiomatik tanpa terbantahkan dan tanpa dapat disangkal. Lalu kemudian dengan munculnya buku tersebut melahirkan suasana kontroversi yang sangat hebat dan mampu membelah manusia secara umum dalam 2 kubu yang bertentangan antara satu sama lain karena dipandang buku tersebut melawan mainstream alam pemikiran para pelajar dan kalangan pendidikan dari kalangan umat Islam khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya setelah ”mapan” dalam waktu ratusan tahun yang lalu.

            Oleh karenanya, kami berkehendak untuk menerbitkan buku ini dengan judul: TEORI ABSOLUTIVITAS, Matahari mengelilingi Bumi: Sebuah tanggapan atas polemik teori Heliosentris VS Geosentris. Setelah kami mempelajari, memahami dan merenungi antara dua hal yang sangat kontradiktif ini, telah nyatalah akar persoalan dan dan telah pastilah sumber permasalahan yang mendasar lagi fundamental dimana hal tersebut menjadi penyebab utama perdebatan ini, yaitu kerangka acuan gerak.

Buku yang menjadi jalan tengah ini diharapkan mampu menjembatani dan dapat menyatukan persepsi, pemahaman dan keyakinan umat Islam khususnya dan manusia umumnya dalam memandang hakikat akar persoalan Teori Heliosentris dan Teori Geosentris.

Dalam waktu yang sama Teori Absolutivitas yang dipandang baru dalam dunia Fisika dan tampak berlawanan dengan teori Relativitas Khusus karya ilmuwan Yahudi terkemuka di dunia, Albert Einstein dapat menjadi wacana pengetahuan dan langkah awal untuk menyempurnakannya. Setiap orang boleh berpendapat terhadap pengamatan terhadap fenomena alam ini selama berdasarkan fakta ilmiah hasil eksperimen secara obyektif, jujur dan adil lalu menuangkannya dalam bentuk teori-teori Fisika dan mengembangkan dalam aplikasi teknologinya. Telah banyak teori-teori fisika klasik maupun modern yang terkubur dalam sampah sejarah akibat runtuh tergeser oleh teori-teori baru dengan fakta ilmiah sains, akan tetapi sebagiannya bangkit kembali dan meruntuhkan teori modern sepertihalnya teori atom antara Teori Atom Diskontinue oleh Demokritos yang semakin lama tampak tergeser oleh Teori atom Kontinue Aristoteles.

Maka seperti yang dikatakan oleh Imam Malik –rahimahullah-,” Setiap pendapat orang boleh diterima atau ditolak kecuali yang memiliki maqom ini (Muhammad saw)”. Tidak ada yang sempurna kecuali Allah ’Azza Wa Jalla Dzat Yang Maha Esa dan Maha Sempurna dengan segala sifat keagungan dan kekuasaanNya yang mutlak. Masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam buku ini, oleh karenanya kritik, saran dan masukan yang konstruktif ataupun nasehat yang bermanfaat sangat kami harapkan dari segenap pihak demi perbaikan dan penyempurnaan terhadap buku ini. Atas segala bantuan dan dukungannya baik dalam bentuk moral, material dan spiritual dari semuanya, khususnya penerbit Pustaka Arafah, kami ucapkan syukran jazakumullahu khairan katsiran. Akhirnya kami memohon kepada Allah agar menerima amalam kami ini dan menjadikannya sebagai amalan ikhlash karena hanya mengharap wajahNya dalam perjumpaan dengaNya pada hari kiamat. Dan akhir seruan kami adalah: Segala puji hanyalah bagi Allah, Robb semesta alam.

Surakarta, 11 Juli 2011

9 Sya’ban 1432 H

 

         Rahmat Abdullah, S.Si.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s